UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
|
SAMPUL TUGAS KELOMPOK
Nama Kelompok : Competence
|
|
Nama
: Teofillus Rakka Banu Adjie
|
No. Mhs. : 140320989
|
Nama
: Christian Edward Santoso
|
No. Mhs. : 140321009
|
Nama
: Bernardino Satya Sukoco
|
No. Mhs. : 140321015
|
Nama
: Josie Arliness
|
No. Mhs. : 140321020
|
Nama MK : Manajemen Risiko
|
Kode MK :KEU442
|
Dosen : Alex Jatmiko W., DRS., SIP., MSF
|
Semester : 5
|
Judul Tugas
: Analisis
Risiko Saham Perusahaan, Risiko Bisnis, dan Analisis Portfolio Bisnis Perusahaan Adhi Karya
(Persero), Tbk.
|
|
Tanggal Pengumpulan : 25 Oktober 2016
|
|
Pastikan bahwa sebelum tugas dikumpulkan tugas telah dibuat dengan mengikuti format penulisan seperti yang disyaratkan dengan memberikan tanda √ pada kotak di bawah ini.
þ dibuat
dengan kertas A4
|
þ 2 spasi
|
þ 4 cm batas kiri, 3 cm batas atas, bawah dan kanan
|
þ dijilid
|
þ tidak ada salah ketik dan ejaan serta referensi telah
ditulis dengan benar
|
þ ada nomor halaman
|
PERNYATAAN
Kami menyatakan bahwa tugas ini secara keseluruhan adalah kami buat sendiri dan tidak menggunakan pekerjaan orang lain. Kami bersedia untuk tidak dinilai jika diketahui bahwa tugas ini tidak kami buat sendiri.
Tanda tangan
|
Tanggal
|
||
ANALISIS RISIKO SAHAM PERUSAHAAN, RISIKO BISNIS, DAN
ANALISIS PORTFOLIO BISNIS PERUSAHAAN
I.
Deskripsi
Singkat Perusahaan dan Profil Perusahaan
Berawal
dari perusahaan milik Belanda bernama Architecten-Ingenicure-en Annemersbedrijf Associatie Selle en
de Bruyn, Reyerse en de Vries N.V. (Associatie N.V.), yang dinasionalisasikan dan kemudian ditetapkan
sebagai PN Adhi Karya pada tanggal 11 Maret 1960. Pada tanggal 1 Juni 1974,
ADHI berubah status menjadi Perseroan Terbatas. Terhitung sejak tanggal 18
Maret 2004, ADHI merupakan Perseroan konstruksi pertama yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (d.h. Bursa Efek Jakarta).
Visi dan Misi PT ADHI Karya:
Visi : Menjadi
Perusahaan Konstruksi Terkemuka di Asia Tenggara.
Misi : Berkinerja
berdasarkan atas peningkatan corporate
value secara incorporated, melakukan
proses pembelajaran (learning) dalam
mencapai pertumbuhan (peningkatan corporate value), melakukan proses pembelajaran (learning) dalam
mencapai pertumbuhan (peningkatan corporate value). menerapkan corporate culture yang simple tapi
membumi/dilaksanakan (down
to
earth), proaktif melaksanakan lima lini bisnis secara
profesional, governance, mendukung
pertumbuhan perusahaan, partisipasi
aktif dalam Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dan Corporate Social Responsibility (CSR)
seiring pertumbuhan perusahaan.
Berbekal pengalaman panjang dan sumber daya yang
terbaik, ADHI yakin dapat memperluas
pasar dan membawa nuansa Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Pada tanggal 19 Desember 2011,
perubahan visi dan misi Perseroan diputuskan oleh Direksi setelah mendapat persetujuan dari Dewan
Komisaris. Untuk mencapai visi tersebut, Perseroan membangun prinsip-prinsip usaha yang
profesional dan keuangan yang sehat dalam setiap lini bisnis. Prinsip-prinsip tersebut dapat
menjadi modal kuat bagi ADHI untuk bersaing di kawasan yang lebih besar dan lebih kompetitif.
Perumusan ini bertujuan untuk membentuk bisnis ADHI yang lebih terintegrasi dan lebih fokus pada
semua lini bisnisnya (Konstruksi, EPC (Engineering Procurement Construction), Property dan
Realty, Manufaktur Precast, dan Hotel), dan anak-anak perusahaan (persada beton, persada gedung,
dan persada properti), yang dinamakan ADHI Incorporated.
pasar dan membawa nuansa Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Pada tanggal 19 Desember 2011,
perubahan visi dan misi Perseroan diputuskan oleh Direksi setelah mendapat persetujuan dari Dewan
Komisaris. Untuk mencapai visi tersebut, Perseroan membangun prinsip-prinsip usaha yang
profesional dan keuangan yang sehat dalam setiap lini bisnis. Prinsip-prinsip tersebut dapat
menjadi modal kuat bagi ADHI untuk bersaing di kawasan yang lebih besar dan lebih kompetitif.
Perumusan ini bertujuan untuk membentuk bisnis ADHI yang lebih terintegrasi dan lebih fokus pada
semua lini bisnisnya (Konstruksi, EPC (Engineering Procurement Construction), Property dan
Realty, Manufaktur Precast, dan Hotel), dan anak-anak perusahaan (persada beton, persada gedung,
dan persada properti), yang dinamakan ADHI Incorporated.
II.
Analisis Risiko Saham Perusahaan, Risiko
Pasar, dan Risiko Bisnis Perusahaan.
Analisis Risiko saham Adhi Karya (Persero), Tbk dengan kode ADHI di Listing
Bursa Efek
Indonesia dapat dilihat melalui pergerakan harga saham dan pergerakan indeks saham IHSG.
Indonesia dapat dilihat melalui pergerakan harga saham dan pergerakan indeks saham IHSG.
a. Analisis rerata dan standar deviasi return
saham dan return pasar serta Beta Saham
Perusahaan
Perusahaan
Berikut ini merupakan perbandingan hasil return (saham dan
pasar) dan risiko Adhi Karya (Persero), Tbk. Berdasarkan perhitungan data dari
tahun 2010 hingga tahun 2016.
ADHI
|
2010
|
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
2015
|
2016
|
return saham
|
0,0038
|
-0,0014
|
0,0049
|
4,4E-05
|
0,004
|
-0,001
|
0,0006
|
return pasar
|
0,0016
|
0,00024
|
0,0005
|
5,3E-05
|
9E-04
|
-0,0005
|
0,0009
|
Saham
|
pasar
|
||||||
rerata return
(2010-2016)
|
0,001577
|
0,000517
|
|||||
risiko (stedev)
|
0,03032
|
0,0115
|
|||||
covariance (risiko/return)
|
590553
|
1431868
|
|||||
Sumber: dari perhitungan Excel.
Dari rata-rata analisis return saham untuk setiap tahun, kita
dapat menyimpulkan bahwa selama periode analisis (2010-2016) rata-rata dari
Adhi Karya (Persero), Tbk adalah 0,1577% dan jauh lebih besar dibandingkan
dengan rata-rata return pasar yang hanya sebesar 0,0517%, berarti investor
dapat merealisasikan keuntungan. Berdasarkan hasil standar deviasi return
saham dan return pasar, kita dapat menyimpulkan bahwa standar deviasi dari
return saham yang tinggi sebesar 0,03032 jika dibandingkan dengan
standar deviasi return pasar yang hanya sebesar 0,0115 yang menunjukkan risiko tinggi dan return yang tinggi. Koefisien
variasi dari saham ADHI yang menunjukan lebih tinggi jika dibandingkan dengan
koefisien variasi dari pasar atau IHSG, ini menunjukan bahwa risiko yang tinggi
pada saham ADHI dikuti oleh return yang tinggi karena perbandingan
antara risiko dan return saham yang rendah jika dibandingkan dengan koefisien
variasi IHSG.
Analisis Regresi
Analisis Regresi
SUMMARY OUTPUT
|
|||||||
Regression Statistics
|
|||||||
Multiple R
|
0,516542287
|
||||||
R Square
|
0,266815935
|
||||||
Adjusted R Square
|
0,266369144
|
||||||
Standard Error
|
0,025970773
|
||||||
Observations
|
1643
|
||||||
ANOVA
|
|||||||
Df
|
SS
|
MS
|
F
|
Significance F
|
|||
Regression
|
1
|
0,40278851
|
0,402789
|
597,1828
|
9,7224E-113
|
||
Residual
|
1641
|
1,10682339
|
0,000674
|
||||
Total
|
1642
|
1,5096119
|
|||||
Analisis Regresi
|
Beta
Saham Perusahaan
Analisis mengenai perkembangan nilai saham perusahaan di pasar nasional
maupun internasional dipengaruhi oleh faktor-faktor kebijakan internal dan
aktivitas para investor dalam bertransaksi. Pengujian hasil estimasi risiko
pasar dan perusahaan di uji menggunakan CAPM (Capital Asset Pricing Model)
dengan mencari nilai Beta saham (β) yang memiliki persamaan sebagai
berikut:
Y= 0,0008715 + 1,36650961 (X)
ADHI = 0,0008715 + 1,36650961 (IHSG)
Dengan menggunakan analisis regresi menghasilkan beta saham sebesar 1,3665 yang menunjukkan bahwa harga saham Adhi Karya (Persero), Tbk sangat dipengaruhi oleh pergerahan indeks harga saham gabungan (IHSG) atau harga pasar. Pergerakan harga saham Adhi Karya yang sempat mengalami penurunan pada tahun 2012 disebabkan oleh nilai beta yang tinggi dan memiliki risiko yang tinggi namun tingkat return yang tinggi juga. Penurunan harga saham Adhi pada tahun 2012 dipengaruhi oleh menurunnya IHSG pada tahun 2012 yang disebabkan oleh efek krisis global pada tahun 2012. Interpretasi dari persamanan tersebut juga menunjukan α atau data intercept sebesar 0,0012159 mununjukan bahwa pada saat IHSG tidak mengalami perubahan yang berarti maka nilai perusahaan dapat meningkat sebesar 0,0012159.
b. Faktor
-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Return
Saham dan Pasar
Return saham
sangat sensitif terhadap faktor fundamental dan
harapan para investor. Faktor-faktor yang mempengaruhi pasar modal dapat
berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal dapat berupa,
naiknya laba bersih, kinerja perusahaan, dan faktor eksternal seperti nilai
mata uang asing, suku bunga bank, dan kebijakan pemerintah.
Faktor Internal
Faktor pertama, yaitu naiknya laba
bersih yang diperoleh ADHI merupakan faktor utama yang mempengaruhi naiknya
harga saham perusahaan ADHI. Naiknya laba bersih biasanya terjadi karena
perusahaan melakukan ekspansi atau meningkatkan pemasukan perusahaan.
Faktor kedua, yaitu berasal dari
kinerja perusahaan, dimana performa ADHI dinilai kurang cemerlang. Hal ini
terbukti dengan melihat hasil pendapatan yang mengalami penurunan yang
tercantum pada laporan keuangan pada tahun 2016.
Faktor Eksternal
Faktor
pertama, yaitu terjadinya nilai tukar mata uang. Menurunnya nilai tukar mata
uang dapat mempengaruhi harga saham ADHI. Misalnya bila nilai tukar rupiah
terhadap US$ melemah, maka IHSG juga akan mengalami penurunan terhadap harga
jual saham perusahaan.
Faktor kedua, yaitu suku bunga bank.
Secara teoritis, apabila suku bunga bank meningkat, maka harga saham juga akan
mengalami penurunan. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut, yaitu para
investor yang memilih beralih pada produk perbankan untuk jenis investasi
mereka. Dan hutang perusahaan pada bank yang turut meningkat pula karena suku
bunga bank meningkat, menjadi beban operasional tersendiri bagi perusahaan
tersebut.
Faktor
ketiga, yaitu adanya perubahan kebijakan pemerintah. Beberapa kebijakan
tertentu dapat mempengaruhi pergerakan harga saham di bursa efek. Misalnya,
kebijakan pemerintah terkait pembatasan ekspor-impor, dan perpajakan perseroan.
c. Analisis
Risiko Bisnis Perusahaan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (berkaitan
dengan fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap US$
Tahun
|
Net Income
|
Net Profit Margin
|
Current Ratio
|
Debt To Equity Ratio
|
Total Asset Turnover
|
2010
|
189483638611
|
0.0283
|
1.1429
|
0.8239
|
1.1516
|
2011
|
182,692,722,038
|
0.0240
|
1.1030
|
5.1724
|
1.0952
|
2012
|
213,317,532,467
|
0.0218
|
1.3451
|
5.6661
|
0.9690
|
2013
|
408,437,913,454
|
0.0472
|
1.3910
|
5.2778
|
1.0081
|
2014
|
326,656,560,598
|
0.0348
|
1.3415
|
4.9712
|
0.8274
|
2015
|
465,025,548,006
|
0.0495
|
1.5605
|
2.2469
|
0.5602
|
Rasio
Profitabilitas
Rasio ini mengukur laba bersih yang mampu
dihasilkan oleh perusahaan. Dengan perhitungan net profit margin dari tahun 2010-2015 Adhi Karya (persero), Tbk.
menunjukkan profit margin yang
cenderung meningkat walaupun pernah mengalami penurunan pada tahun 2011, 2012
dan 2014. Net profit margin yang
tinggi menunjukan semakin baiknya perusahaan dalam mencerminkan strategi
penetapan harga penjualan yang diterapkan perusahaan dan kemampuannya untuk
mengendalikan beban perusahaan.
Rasio Likuiditas
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi utang jangka pendek. Perhitungan current
ratio dari tahun 2010-2015 Adhi Karya (persero), Tbk. menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
membayar utang jangka pendek dari aktiva lancar. Jika current ratio lebih besar dari 1, maka perusahaan mampu melunasi
semua hutang jangka pendek dan mengurangi risiko perusahaan tidak mampu
melunasi kewajibannya.
Rasio Solvabilitas
Rasio ini mengukur sejauh mana aktiva
perusahaan dibiayai dengan hutang dan mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya. Debt to equity ratio menunjukan bahwa
seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang atau seberapa besar
hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Semakin tinggi DER
menunjukkan bahwa berisikonya perusahaan karena total hutang lebih tinggi
daripada modal yang dimiliki.
Rasio Aktivitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur efisiensi
atau efektifitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Total asset turn-over menunjukan perputaran total aktiva dimana perusahaan menggunakan seluruh
aktiva untuk menghasilkan penjualan. Semakin tingginya total asset turn-over menunjukan tingginya perputaran asset dalam
menghasilkan pendapatan.
III. Analisis Portfolio Bisnis Perusahaan Adhi
Karya (Persero), Tbk Menggunakan BCG Matrix
Model BCG didasarkan pada klasifikasi produk (dan
secara implisit juga unit bisnis perusahaan) dalam empat kategori berdasarkan
faktor-faktor di bawah ini :
-
Pangsa Pasar (Market Share) : Besar pangsa pasar dari volume penjualan suatu produk atau
proyek dibandingkan dengan pesaingnya. Dapat dilihat juga jumlah pasar yang
dikuasai perusahaan dibandingkan pasar keseluruhan.
-
Pertumbuhan Pasar (Market Growth) : Proyeksi tingkat
penjualan untuk industri tertentu atau peningkatan presentase dalam volume penjualan.
Question mark adalah
kondisi suatu unit bisnis di pasar yang berkembang, tetapi memiliki
pangsa pasar yang rendah. Kondisi ini biasanya ditemukan pada produk- produk baru, di mana
masih sedikit pembeli yang menggunakan produk-produk tersebut. Produk dapat memiliki tingkat
permintaan yang tinggi namun tingkat return yang rendah karena pangsa pasar rendah. Tujuan dari
strategi pemasaran untuk membuat pasar menggunakan produk-produk tersebut. Strategi yang
dapat digunakan adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk.
pangsa pasar yang rendah. Kondisi ini biasanya ditemukan pada produk- produk baru, di mana
masih sedikit pembeli yang menggunakan produk-produk tersebut. Produk dapat memiliki tingkat
permintaan yang tinggi namun tingkat return yang rendah karena pangsa pasar rendah. Tujuan dari
strategi pemasaran untuk membuat pasar menggunakan produk-produk tersebut. Strategi yang
dapat digunakan adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk.
Stars adalah
kondisi suatu unit bisnis yang memiliki pangsa pasar tinggi dan pertumbuhan
pasar yang tinggi juga. Unit bisnis memiliki siklus produk yang baik. Pada kondisi ini, produk
menjadi pemimpin dalam suatu unit bisnis. Untuk mengelola unit bisnis ini diperlukan dana
investasi yang besar untuk mempertahankan atau memperkuat posisi dominan.
pasar yang tinggi juga. Unit bisnis memiliki siklus produk yang baik. Pada kondisi ini, produk
menjadi pemimpin dalam suatu unit bisnis. Untuk mengelola unit bisnis ini diperlukan dana
investasi yang besar untuk mempertahankan atau memperkuat posisi dominan.
Cash cows adalah
kondisi suatu unit bisnis yang berada pada posisi pangsa pasar yang tinggi
di pasar yang dewasa. Jika keunggulan kompetitif telah dicapai, cash cows memiliki margin
keuntungan yang tinggi dan menghasilkan banyak aliran kas. Oleh karena pertumbuhan yang
rendah, maka promosi dan penempatan investasi juga rendah. Strategi terbaik adalah
pengembangan produk atau diversifikasi. Namun ketika kondisi ini melemah, maka alternatif
strategi lainnya adalah penciutan atau divestasi.
di pasar yang dewasa. Jika keunggulan kompetitif telah dicapai, cash cows memiliki margin
keuntungan yang tinggi dan menghasilkan banyak aliran kas. Oleh karena pertumbuhan yang
rendah, maka promosi dan penempatan investasi juga rendah. Strategi terbaik adalah
pengembangan produk atau diversifikasi. Namun ketika kondisi ini melemah, maka alternatif
strategi lainnya adalah penciutan atau divestasi.
Dogs adalah
kondisi suatu bisnis yang berada pada posisi pangsa pasar yang rendah di pasar
yang pertumbuhannya juga rendah. Kondisi semacam ini sering kali membuat suatu
divisi harus
dilikuidasi, didivestasi, atau dipangkas melalui penciutan. Produk
yang berada pada kondisi ini
untuk pertama kalinya, strategi terbaik adalah
penciutan.
IV. Analisis Program
CSR dan Pengelolaan Risiko Jangka Panjang Perusahaan
Kegiatan
yang dilakukan oleh PT Adhi Karya dan anak perusahaannya tidak hanya berusaha
mencari keuntungan saja melainkan juga menciptakan hubungan yang harmonis antara perseroan
dengan lingkungan dan masyarakat serta memberikan manfaat yang saling menguntungkan bagi
kedua belah pihak. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
misi korporasi ADHI Principles yang bertujuan untuk:
mencari keuntungan saja melainkan juga menciptakan hubungan yang harmonis antara perseroan
dengan lingkungan dan masyarakat serta memberikan manfaat yang saling menguntungkan bagi
kedua belah pihak. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
misi korporasi ADHI Principles yang bertujuan untuk:
·
Menjadi mitra masyarakat
sekitar untuk menunjang pemberdayaan ekonomi menuju kesejahteraan serta
kebersinambungan, dalam rangka mengentaskan kemiskinan .
·
Menjadi agen perubahan
sosial demi peningkatan kualitas hidup yang berkaitan dengan pendidikan dan
kehidupan spiritual.
·
Menjadi inisiator dalam
upaya pelestarian lingkungan hidup.
Pada
tahun 2013, perseroan melaksanakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
dan
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan sebagai berikut:
Program Kemitraan :
Memberikan pembinaan dan pelatihan kepada mitra pertanian yang berbasis community
development terhadap kelompok tani binaan PT Pertani (Persero) sebagai mitra avalis dalam Program
Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporat (GP3K).
Program Bina Lingkungan :
1.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
- Memberikan
penyuluhan terhadap kelompok masyarakat dan industri kecil, yang antara lain
mencakup penyediaan peralatan untuk peternakan, pertanian dan perikanan.
2.
Pendidikan dan Pelatihan
- Menyediakan beasiswa setingkat universitas
untuk mahasiswa yang memerlukannya
dan mensponsori pameran buku dan lokakarya bagi guru.
3.
Pelestarian Lingkungan
- Peningkatan awareness masyarakat
terhadap pelestarian alam.
- Praktek
kerja langsung dengan masyarakat dalam rangka menjaga atau meningkatkan
kualitas lingkungan hidup mereka.
4.
Fasilitas Umum
- Menyediakan
kebutuhan masyarakat atas berbagai fasilitas umum seperti jalan desa, jembatan,
fasilitas air bersih, balai pertemuan dan lain sebagainya.
5.
Sarana Ibadah
- Pada
tahun 2013, dikembangkan lagi sebuah program mencakup pembangunan rumah-rumah
ibadah dan fasilitas kegiatan keagamaan lainnya.
6.
Bencana Alam
- Memberikan bantuan berupa selimut, alat
tulis, pakaian, perlengkapan, obat-obatan, dan sembako bagi korban bencana
banjir pada 21 Januari 2013 di Jakarta Selatan dan di Kota Bekasi pada 22
Januari 2013.
Pada tahun 2014, ADHI melaksanakan aktivitas
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan
PKBL sebagai berikut :
Program Kemitraan :
ADHI
melakukan penyaluran dana Program Kemitraan pada tahun 2014 untuk mendukung
pengembangan usaha mikro. Total dana yang disalurkan mencapai Rp 545.000.000.
Program Bina Lingkungan :
1.
Pemberdayaan
- ADHI
bekerja sama dengan alumni ITB Angkatan 74 memberikan bantuan program
Pemberdayaan Desa yang berlokasi di lereng Gunung Halimun Bogor.
2.
Pendidikan dan Pelatihan
- Memberikan
bantuan berkelanjutan pembangunan fasilitas pendidikan di Desa Parigi Bogor.
3.
Pelestarian Lingkungan
- Memberikan penanaman kopi, alpukat, pohon
jabon di Desa Mekarlaksana, Kecamatan Ciparay, Bandung, Jawa Barat.
4.
Sarana Ibadah
- Memberikan bantuan
sarana ibadah di berbagai daerah dengan total dana sebesar Rp 139.500.000
5.
Bencana Alam
- Korban banjir di
wilayah Jakarta Selatan, pada tanggal 24 Januari 2014 ADHI memberikan bantuan
berupa sembako dan obat-obatan.
Pada
tahun 2015, ADHI melaksanakan aktivitas Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan
PKBL sebagai berikut :
Program Kemitraan :
ADHI
melakukan penyaluran dana Program Kemitraan pada tahun 2015 untuk mendukung
pengembangan usaha mikro. Total dana yang disalurkan mencapai Rp 965.000.000. Alokasi dana
terbesar yakni Rp 455.000.000 untuk sektor perdagangan, sektor
industri sebesar Rp 260.000.000,
sektor jasa sebesar Rp 125.000.000, sektor perternakan sebesar Rp 75.000.000 dan Rp 50.000.000
untuk sektor pertanian.
Program Bina Lingkungan :
1.
Pendidikan dan Pelatihan
- Bantuan
pembelian bahan material untuk rehabilitasi gedung MTs Miftahul Ulum
Kebunwangi, Sampang, Jawa Timur.
- Pelatihan pembinaan wirausaha di Palembang,
Sumatera Selatan.
2.
Pelestarian Lingkungan
- Pemeliharaan penghijauan di area Banjir Kanal
Timur Bekasi, Jawa Barat.
- Pelestarian
lingkungan hidup ‘Hijau Dusunku, Indah Lingkunganku’ di Dusun Benem Selatan,
Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
3.
Fasilitas Umum
- Pembangunan
drainase dan perkerasan jalan
lingkungan pemukiman Dukuh Buntrak di Brebes, Jawa Tengah.
- Pembangunan
betonisasi jalan Dukuh Soko Rt.07/ Rw.04 Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom
Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
4.
Sarana Ibadah
- Bantuan
pengadaan bahan material untuk renovasi Masjid Nurul Yaqin di Sumenep, Jawa
Timur.
- Bantuan
pengadaan bahan material untuk renovasi Masjid Ar-Ridho di Palas, Lampung.
5.
Bencana Alam
- Dalam
hal program pemberdayaan perekonomian masyarakat, ADHI bekerja sama dengan
alumni ITB Angkatan 74 memberikan bantuan berkelanjutan Program Pemberdayaan
Desa yang berlokasi di lereng Gunung Halimun Bogor.
Risiko jangka panjang yang dihadapi ADHI salah satunya, yaitu risiko perubahankebijakan
pemerintah. Kebijakan pemerintah mengenai ekomoni, moneter, sosial dan politik dapat berubah dari
waktu ke waktu. Hal ini dapat juga mengakibatkan terjadinya perubahan undang-undang dan
peraturan. Kondisi seperti itu akan berdampak pada keputusan investasi dan bisnis, yang
menyebabkan tertundanya proyek konstruksi. Risiko yang berhubungan dengan perubahan
perundangan dan peraturan ini bersifat sistemik dan berdampak negatif pada bisnis dan prospek
pertumbuhan perusahaan.
Guna
meminimalisir dampak dari risiko ini, perusahaan telah menerapkan beberapa
langkah,
antaran lain:
Menekan biaya overhead yang tidak
perlu, mengurangi hutang dengan bunga tinggi atau
restrukturisasi hutang, Meningkatkan upaya pencairan tagihan yang masih outstandin, hati-hati
dan bijak dalam memilih proyek dan menghindarkan diri dari proyek yang berisiko
tinggi,
menjaga dan menghemat cash flow, menghentikan
investasi yang kurang perlu, menghentikan
investasi yang kurang perlu, menghentikan pengerjaan proyek yang besar
kemungkinannya tidak
terbayar, menghentikan pengerjaan proyek yang besar kemungkinannya tidak terbayar,
membentuk konsorsium dalam hal proyek yang
dikerjakan bernilai besar, encantumkan klausul
dalam kontrak tentang eskalasi harga apabila terjadi perubahan
kebijakan moneter.
V. Kesimpulan
Adhi
Karya (Persero), Tbk. dan anak perusahaannya merupakan perusahaan yang bergerak
dibidang infrastruktur, namun sejak tahun 2015 ADHI mulai bergerak di bidang perhotelan dan
dibidang infrastruktur, namun sejak tahun 2015 ADHI mulai bergerak di bidang perhotelan dan
berikut adalah kesimpulan dari
analisis dari perusahaan ADHI.
Harga
saham ADHI dipengaruhi oleh pergerakan IHSG, dapat diketahui dari grafik return
saham ADHI yang berfluktuatif
sehingga dapat dikatakan bahwa return
saham perusahaan memiliki
risiko yang tinggi, namun juga memiliki tingkat return yang tinggi atau dapat dikatakan High
Risk-High Return. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi pergerakan return saham yaitu faktor
internal dan faktor eskternal yang dimana
faktor internal meliputi laporan keuangan dari perusahaan
ADHI disini hal yang
biasanya dilihat adalah munculnya proyek-proyek ADHI yang besar.
Meningkatnya
laba perusahaan berdampak pada meningkatnya kemampuan perusahaan untuk
mengembangkan perusahaan tersebut. Faktor kedua adalah faktor eksternal, yaitu melemahnya nilai
mata uang
Rupiah terhadap US$. Selain itu, tingkat suku bunga juga memiliki pengaruh
terhadap
tingkat return, yaitu ketika
suku bunga bank meningkat, maka banyak investor yang menarik
modalnya dan
beralih ke bank karena dianggap memiliki risiko yang lebih rendah dan yang
terakhir
adalah kebijakan pemerintah, dimana politik sangat mempengaruhi harga
saham karena dapat
berdampak terhadap keperayaan investor.
ADHI mempunyai 5 bidang usaha dalam menjalankan proyeknya yang merupakan anak dari
perusahaan ADHI yaitu: Konstruksi, EPC, Property and Realty, Manfaktur Precast, dan Hotel.
perusahaan ADHI yaitu: Konstruksi, EPC, Property and Realty, Manfaktur Precast, dan Hotel.
Berdasarkan analisis laporan keberlanjutan tahun 2013 hingga 2015, ADHI telah melakukan
beberapa program CSR dan pengelolaan risiko jangka panjang perusahaan diantaranya yaitu:
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pendidikan dan Pelatihan, Pelestarian Lingkungan, Fasilitas
Umum, Sarana Ibadah, dan Bencana Alam. Berdasarkan yang telah dibahas diatas maka dapat
dikatakan bahwa ADHI tidak hanya berfokus dalam mencari keuntungan melainkan juga
berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.








0 komentar:
Posting Komentar