Alasan Memilih Nama Kelompok

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Arti Nama Kelompok

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Profil Anggota Kelompok

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Profil Kelompok

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 24 Oktober 2016

Analisis Risiko Saham Perusahaan, Risiko Bisnis, dan Analisis Portfolio Bisnis Perusahaan Adhi Karya (Persero), Tbk.


UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN


                        SAMPUL TUGAS KELOMPOK

Nama Kelompok  : Competence

Nama  : Teofillus Rakka Banu Adjie
No. Mhs. : 140320989

Nama  : Christian Edward Santoso
No. Mhs. : 140321009

Nama  : Bernardino Satya Sukoco
No. Mhs. : 140321015

Nama  : Josie Arliness
No. Mhs. : 140321020

Nama MK  : Manajemen Risiko
Kode MK  :KEU442

Dosen        : Alex Jatmiko W., DRS., SIP., MSF
Semester  : 5

Judul Tugas  : Analisis Risiko Saham Perusahaan, Risiko Bisnis, dan Analisis Portfolio Bisnis Perusahaan Adhi Karya (Persero), Tbk.

Tanggal Pengumpulan  : 25 Oktober 2016


Pastikan bahwa sebelum tugas dikumpulkan  tugas telah dibuat dengan mengikuti format penulisan seperti yang disyaratkan dengan memberikan tanda  √ pada kotak di bawah ini. 


þ  dibuat dengan kertas A4
þ  2 spasi
þ  4 cm batas kiri, 3 cm batas atas, bawah dan kanan
þ  dijilid
þ  tidak ada salah ketik dan ejaan serta referensi telah ditulis dengan benar
þ  ada nomor halaman
         PERNYATAAN
Kami menyatakan bahwa tugas ini secara keseluruhan adalah kami buat sendiri dan tidak menggunakan pekerjaan orang lain. Kami bersedia untuk tidak dinilai jika diketahui bahwa tugas ini tidak kami buat sendiri.


Tanda tangan
Tanggal











ANALISIS RISIKO SAHAM PERUSAHAAN, RISIKO BISNIS, DAN ANALISIS PORTFOLIO BISNIS PERUSAHAAN
I.     Deskripsi Singkat Perusahaan dan Profil Perusahaan
Berawal dari perusahaan milik Belanda bernama Architecten-Ingenicure-en Annemersbedrijf Associatie Selle en de Bruyn, Reyerse en de Vries N.V. (Associatie N.V.), yang dinasionalisasikan dan kemudian ditetapkan sebagai PN Adhi Karya pada tanggal 11 Maret 1960. Pada tanggal 1 Juni 1974, ADHI berubah status menjadi Perseroan Terbatas. Terhitung sejak tanggal 18 Maret 2004, ADHI merupakan Perseroan konstruksi pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (d.h. Bursa Efek Jakarta).
Visi dan Misi PT ADHI Karya:

Visi   :    Menjadi Perusahaan Konstruksi Terkemuka di Asia Tenggara.
Misi  :    Berkinerja berdasarkan atas peningkatan corporate value secara incorporated, melakukan proses pembelajaran (learning) dalam mencapai pertumbuhan (peningkatan corporate value), melakukan proses pembelajaran (learning) dalam mencapai pertumbuhan (peningkatan corporate value). menerapkan corporate culture yang simple tapi membumi/dilaksanakan (down to earth), proaktif melaksanakan lima lini bisnis secara profesional, governance, mendukung pertumbuhan perusahaan, partisipasi aktif dalam Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dan Corporate Social Responsibility (CSR) seiring pertumbuhan perusahaan.

            Berbekal pengalaman panjang dan sumber daya yang terbaik, ADHI yakin dapat memperluas
pasar dan membawa nuansa Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Pada tanggal 19 Desember 2011,
perubahan visi dan misi Perseroan diputuskan oleh Direksi setelah mendapat persetujuan dari Dewan
Komisaris. Untuk mencapai visi tersebut, Perseroan membangun prinsip-prinsip usaha yang
profesional dan keuangan yang sehat dalam setiap lini bisnis. Prinsip-prinsip tersebut dapat
menjadi modal kuat bagi ADHI untuk bersaing di kawasan yang lebih besar dan lebih kompetitif.
Perumusan ini bertujuan untuk membentuk bisnis ADHI yang lebih terintegrasi dan lebih fokus pada
semua lini bisnisnya (Konstruksi, EPC (Engineering Procurement Construction), Property dan
Realty, Manufaktur Precast, dan Hotel), dan anak-anak perusahaan (persada beton, persada gedung,
dan persada properti), yang dinamakan ADHI Incorporated.

II.         Analisis Risiko Saham Perusahaan, Risiko Pasar, dan Risiko Bisnis Perusahaan.
             Analisis Risiko saham Adhi Karya (Persero), Tbk dengan kode ADHI di Listing Bursa Efek
Indonesia dapat dilihat melalui pergerakan harga saham dan pergerakan indeks saham IHSG.
a.           Analisis rerata dan standar deviasi return saham dan return pasar serta Beta Saham
Perusahaan  
              Berikut ini merupakan perbandingan hasil return (saham dan pasar) dan risiko Adhi Karya (Persero), Tbk. Berdasarkan perhitungan data dari tahun 2010 hingga tahun 2016. 
ADHI
2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
return saham
0,0038
-0,0014
0,0049
4,4E-05
0,004
-0,001
0,0006
return pasar
0,0016
0,00024
0,0005
5,3E-05
9E-04
-0,0005
0,0009
Saham
pasar

rerata return (2010-2016)
0,001577
0,000517

   risiko (stedev)
0,03032
0,0115

covariance (risiko/return)
590553
1431868

Sumber: dari perhitungan Excel.

Dari rata-rata analisis return saham untuk setiap tahun, kita dapat menyimpulkan bahwa selama periode analisis (2010-2016) rata-rata dari Adhi Karya (Persero), Tbk adalah 0,1577% dan jauh lebih besar dibandingkan dengan rata-rata return pasar yang hanya sebesar 0,0517%, berarti investor dapat merealisasikan keuntungan. Berdasarkan hasil standar deviasi return saham dan return pasar, kita dapat menyimpulkan bahwa standar deviasi dari return saham yang tinggi sebesar 0,03032 jika dibandingkan dengan standar deviasi return pasar yang hanya sebesar 0,0115 yang menunjukkan risiko tinggi dan return yang tinggi. Koefisien variasi dari saham ADHI yang menunjukan lebih tinggi jika dibandingkan dengan koefisien variasi dari pasar atau IHSG, ini menunjukan bahwa risiko yang tinggi pada saham ADHI dikuti oleh return yang tinggi karena perbandingan antara risiko dan return saham yang rendah jika dibandingkan dengan koefisien variasi IHSG.
Analisis Regresi
Analisis Regresi

SUMMARY OUTPUT

Regression Statistics

Multiple R
0,516542287

R Square
0,266815935

Adjusted R Square
0,266369144

Standard Error
0,025970773

Observations
1643



ANOVA

Df
SS
MS
F
Significance F
Regression
1
0,40278851
0,402789
597,1828
9,7224E-113
Residual
1641
1,10682339
0,000674

Total
1642
1,5096119


Analisis Regresi

Coefficients
Standard Error
t Stat
P-value
Lower 95%
Upper 95%
Intercept
0.0008715
0.000641368
1.358817
0.174391
-0.0003865
0.00212949
X Variable 1
1.36650961
0.055918953
24.43732
9.7E-113
1.25682958
1.47618964

Beta Saham Perusahaan
            Analisis mengenai perkembangan nilai saham perusahaan di pasar nasional maupun internasional dipengaruhi oleh faktor-faktor kebijakan internal dan aktivitas para investor dalam bertransaksi. Pengujian hasil estimasi risiko pasar dan perusahaan di uji menggunakan CAPM (Capital Asset Pricing Model) dengan mencari nilai Beta saham (β) yang memiliki persamaan sebagai berikut:
     Y= 0,0008715 + 1,36650961 (X)
     ADHI = 0,0008715 + 1,36650961 (IHSG)
             Dengan menggunakan analisis regresi menghasilkan beta saham sebesar 1,3665 yang menunjukkan bahwa harga saham Adhi Karya (Persero), Tbk sangat dipengaruhi oleh pergerahan indeks harga saham gabungan (IHSG) atau harga pasar. Pergerakan harga saham Adhi Karya yang sempat mengalami penurunan pada tahun 2012 disebabkan oleh nilai beta yang tinggi dan memiliki  risiko yang tinggi namun tingkat return yang tinggi juga. Penurunan harga saham Adhi pada tahun 2012 dipengaruhi oleh menurunnya IHSG pada tahun 2012 yang disebabkan oleh efek krisis global pada tahun 2012. Interpretasi dari persamanan tersebut juga menunjukan α atau data intercept sebesar 0,0012159  mununjukan bahwa pada saat IHSG tidak mengalami perubahan yang berarti maka nilai perusahaan dapat meningkat sebesar 0,0012159.

b. Faktor -Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Return Saham dan Pasar
            Return saham sangat sensitif terhadap faktor fundamental dan harapan para investor. Faktor-faktor yang mempengaruhi pasar modal dapat berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal dapat berupa, naiknya laba bersih, kinerja perusahaan, dan faktor eksternal seperti nilai mata uang asing, suku bunga bank, dan kebijakan pemerintah.
Faktor Internal
            Faktor pertama, yaitu naiknya laba bersih yang diperoleh ADHI merupakan faktor utama yang mempengaruhi naiknya harga saham perusahaan ADHI. Naiknya laba bersih biasanya terjadi karena perusahaan melakukan ekspansi atau meningkatkan pemasukan perusahaan.
            Faktor kedua, yaitu berasal dari kinerja perusahaan, dimana performa ADHI dinilai kurang cemerlang. Hal ini terbukti dengan melihat hasil pendapatan yang mengalami penurunan yang tercantum pada laporan keuangan pada tahun 2016.
Faktor Eksternal
            Faktor pertama, yaitu terjadinya nilai tukar mata uang. Menurunnya nilai tukar mata uang dapat mempengaruhi harga saham ADHI. Misalnya bila nilai tukar rupiah terhadap US$ melemah, maka IHSG juga akan mengalami penurunan terhadap harga jual saham perusahaan.
            Faktor kedua, yaitu suku bunga bank. Secara teoritis, apabila suku bunga bank meningkat, maka harga saham juga akan mengalami penurunan. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut, yaitu para investor yang memilih beralih pada produk perbankan untuk jenis investasi mereka. Dan hutang perusahaan pada bank yang turut meningkat pula karena suku bunga bank meningkat, menjadi beban operasional tersendiri bagi perusahaan tersebut.
           Faktor ketiga, yaitu adanya perubahan kebijakan pemerintah. Beberapa kebijakan tertentu dapat mempengaruhi pergerakan harga saham di bursa efek. Misalnya, kebijakan pemerintah terkait pembatasan ekspor-impor, dan perpajakan perseroan.

c.    Analisis Risiko Bisnis Perusahaan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap US$

Tahun
Net Income
Net Profit Margin
Current Ratio
Debt To Equity Ratio
Total Asset Turnover
2010
189483638611
0.0283
1.1429
0.8239
1.1516
2011
182,692,722,038
0.0240
1.1030
5.1724
1.0952
2012
213,317,532,467
0.0218
1.3451
5.6661
0.9690
2013
408,437,913,454
0.0472
1.3910
5.2778
1.0081
2014
326,656,560,598
0.0348
1.3415
4.9712
0.8274
2015
465,025,548,006
0.0495
1.5605
2.2469
0.5602
Rasio Profitabilitas
            Rasio ini mengukur laba bersih yang mampu dihasilkan oleh perusahaan. Dengan perhitungan net profit margin dari tahun 2010-2015 Adhi Karya (persero), Tbk. menunjukkan profit margin yang cenderung meningkat walaupun pernah mengalami penurunan pada tahun 2011, 2012 dan 2014. Net profit margin yang tinggi menunjukan semakin baiknya perusahaan dalam mencerminkan strategi penetapan harga penjualan yang diterapkan perusahaan dan kemampuannya untuk mengendalikan beban perusahaan.
Rasio Likuiditas
            Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi utang jangka pendek. Perhitungan current ratio dari tahun 2010-2015 Adhi Karya (persero), Tbk.  menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendek dari aktiva lancar. Jika current ratio lebih besar dari 1, maka perusahaan mampu melunasi semua hutang jangka pendek dan mengurangi risiko perusahaan tidak mampu melunasi kewajibannya.
Rasio Solvabilitas
            Rasio ini mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang dan mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya. Debt to equity ratio menunjukan bahwa seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang atau seberapa besar hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Semakin tinggi DER menunjukkan bahwa berisikonya perusahaan karena total hutang lebih tinggi daripada modal yang dimiliki.
Rasio Aktivitas
            Rasio ini digunakan untuk mengukur efisiensi atau efektifitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Total asset turn-over menunjukan perputaran total aktiva dimana perusahaan menggunakan seluruh aktiva untuk menghasilkan penjualan. Semakin tingginya total asset turn-over menunjukan tingginya perputaran asset dalam menghasilkan pendapatan.

 III.   Analisis Portfolio Bisnis Perusahaan Adhi Karya (Persero), Tbk Menggunakan BCG             Matrix

             Model BCG didasarkan pada klasifikasi produk (dan secara implisit juga unit bisnis perusahaan) dalam empat kategori berdasarkan faktor-faktor di bawah ini :
-          Pangsa Pasar (Market Share) : Besar pangsa pasar dari volume penjualan suatu produk atau proyek dibandingkan dengan pesaingnya. Dapat dilihat juga jumlah pasar yang dikuasai perusahaan dibandingkan pasar keseluruhan.
-          Pertumbuhan Pasar (Market Growth) : Proyeksi tingkat penjualan untuk industri tertentu atau peningkatan presentase dalam volume penjualan.
            Question mark adalah kondisi suatu unit bisnis di pasar yang berkembang, tetapi memiliki
pangsa pasar yang rendah. Kondisi ini biasanya ditemukan pada produk- produk baru, di mana
masih sedikit pembeli yang menggunakan produk-produk tersebut. Produk dapat memiliki tingkat
permintaan yang tinggi namun tingkat return yang rendah karena pangsa pasar rendah. Tujuan dari
strategi pemasaran untuk membuat pasar menggunakan produk-produk tersebut. Strategi yang
dapat digunakan adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk.
            Stars adalah kondisi suatu unit bisnis yang memiliki pangsa pasar tinggi dan pertumbuhan
pasar yang tinggi juga. Unit bisnis memiliki siklus produk yang baik. Pada kondisi ini, produk
menjadi pemimpin dalam suatu unit bisnis. Untuk mengelola unit bisnis ini diperlukan dana 
investasi yang besar untuk mempertahankan atau memperkuat posisi dominan.
            Cash cows adalah kondisi suatu unit bisnis yang berada pada posisi pangsa pasar yang tinggi
di pasar yang dewasa. Jika keunggulan kompetitif telah dicapai, cash cows memiliki margin
keuntungan yang tinggi dan menghasilkan banyak aliran kas. Oleh karena pertumbuhan yang
rendah, maka promosi dan penempatan investasi juga rendah. Strategi terbaik adalah
pengembangan produk atau diversifikasi. Namun ketika kondisi ini melemah, maka alternatif
strategi lainnya adalah penciutan atau divestasi.
            Dogs adalah kondisi suatu bisnis yang berada pada posisi pangsa pasar yang rendah di pasar
yang pertumbuhannya juga rendah. Kondisi semacam ini sering kali membuat suatu divisi harus
dilikuidasi, didivestasi, atau dipangkas melalui penciutan. Produk yang berada pada kondisi ini
untuk pertama kalinya, strategi terbaik adalah penciutan. 
IV.  Analisis Program CSR dan Pengelolaan Risiko Jangka Panjang Perusahaan
            Kegiatan yang dilakukan oleh PT Adhi Karya dan anak perusahaannya tidak hanya berusaha
mencari keuntungan saja melainkan juga menciptakan  hubungan yang harmonis antara perseroan
dengan lingkungan dan masyarakat serta memberikan manfaat yang saling menguntungkan bagi
kedua belah pihak. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
misi korporasi ADHI Principles yang bertujuan untuk:
·         Menjadi mitra masyarakat sekitar untuk menunjang pemberdayaan ekonomi menuju kesejahteraan serta kebersinambungan, dalam rangka mengentaskan kemiskinan .
·         Menjadi agen perubahan sosial demi peningkatan kualitas hidup yang berkaitan dengan pendidikan dan kehidupan spiritual.
·         Menjadi inisiator dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

            Pada tahun 2013, perseroan melaksanakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan sebagai berikut:
Program Kemitraan :
Memberikan pembinaan dan pelatihan kepada mitra pertanian yang berbasis community
development terhadap kelompok tani binaan PT Pertani (Persero) sebagai mitra avalis dalam Program
Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporat (GP3K).
Program Bina Lingkungan :
1.      Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
- Memberikan penyuluhan terhadap kelompok masyarakat dan industri kecil, yang antara lain mencakup penyediaan peralatan untuk peternakan, pertanian dan perikanan.
2.      Pendidikan dan Pelatihan
- Menyediakan beasiswa setingkat universitas untuk mahasiswa yang memerlukannya dan                 mensponsori pameran buku dan lokakarya bagi guru.
3.      Pelestarian Lingkungan
-  Peningkatan awareness masyarakat terhadap pelestarian alam.
- Praktek kerja langsung dengan masyarakat dalam rangka menjaga atau meningkatkan kualitas lingkungan hidup mereka.
4.      Fasilitas Umum
- Menyediakan kebutuhan masyarakat atas berbagai fasilitas umum seperti jalan desa, jembatan, fasilitas air bersih, balai pertemuan dan lain sebagainya.
5.      Sarana Ibadah
- Pada tahun 2013, dikembangkan lagi sebuah program mencakup pembangunan rumah-rumah ibadah dan fasilitas kegiatan keagamaan lainnya.
6.      Bencana Alam
- Memberikan bantuan berupa selimut, alat tulis, pakaian, perlengkapan, obat-obatan, dan sembako bagi korban bencana banjir pada 21 Januari 2013 di Jakarta Selatan dan di Kota Bekasi pada 22 Januari 2013.
            Pada tahun 2014, ADHI melaksanakan aktivitas Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan
PKBL sebagai berikut :
Program Kemitraan :
            ADHI melakukan penyaluran dana Program Kemitraan pada tahun 2014 untuk mendukung
pengembangan usaha mikro. Total dana yang disalurkan mencapai Rp 545.000.000.
Program Bina Lingkungan :
1.      Pemberdayaan
- ADHI bekerja sama dengan alumni ITB Angkatan 74 memberikan bantuan program Pemberdayaan Desa yang berlokasi di lereng Gunung Halimun Bogor.
2.      Pendidikan dan Pelatihan
- Memberikan bantuan berkelanjutan pembangunan fasilitas pendidikan di Desa Parigi Bogor.
3.      Pelestarian Lingkungan
- Memberikan penanaman kopi, alpukat, pohon jabon di Desa Mekarlaksana, Kecamatan Ciparay, Bandung, Jawa Barat.
4.      Sarana Ibadah
- Memberikan bantuan sarana ibadah di berbagai daerah dengan total dana sebesar  Rp 139.500.000
5.      Bencana Alam
- Korban banjir di wilayah Jakarta Selatan, pada tanggal 24 Januari 2014 ADHI memberikan bantuan berupa sembako dan obat-obatan.

            Pada tahun 2015, ADHI melaksanakan aktivitas Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan
PKBL sebagai berikut :
Program Kemitraan :
            ADHI melakukan penyaluran dana Program Kemitraan pada tahun 2015 untuk mendukung
pengembangan usaha mikro. Total dana yang disalurkan mencapai Rp 965.000.000. Alokasi dana
terbesar yakni Rp 455.000.000 untuk sektor perdagangan, sektor industri sebesar Rp 260.000.000,
sektor jasa sebesar Rp 125.000.000, sektor perternakan sebesar Rp 75.000.000 dan Rp 50.000.000
untuk sektor pertanian.
Program Bina Lingkungan :
1.      Pendidikan dan Pelatihan
- Bantuan pembelian bahan material untuk rehabilitasi gedung MTs Miftahul Ulum Kebunwangi, Sampang, Jawa Timur.
- Pelatihan pembinaan wirausaha di Palembang, Sumatera Selatan.
2.      Pelestarian Lingkungan
- Pemeliharaan penghijauan di area Banjir Kanal Timur Bekasi, Jawa           Barat.
- Pelestarian lingkungan hidup ‘Hijau Dusunku, Indah Lingkunganku’ di Dusun Benem Selatan, Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
3.      Fasilitas Umum
- Pembangunan drainase dan perkerasan jalan lingkungan pemukiman Dukuh Buntrak di Brebes, Jawa Tengah.
- Pembangunan betonisasi jalan Dukuh Soko Rt.07/ Rw.04 Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
4.      Sarana Ibadah
- Bantuan pengadaan bahan material untuk renovasi Masjid Nurul Yaqin di Sumenep, Jawa Timur.
- Bantuan pengadaan bahan material untuk renovasi Masjid Ar-Ridho di Palas, Lampung.
5.      Bencana Alam
- Dalam hal program pemberdayaan perekonomian masyarakat, ADHI bekerja sama dengan alumni ITB Angkatan 74 memberikan bantuan berkelanjutan Program Pemberdayaan Desa yang berlokasi di lereng Gunung Halimun Bogor.

            Risiko jangka panjang yang dihadapi ADHI salah satunya, yaitu risiko perubahankebijakan
pemerintah. Kebijakan pemerintah mengenai ekomoni, moneter, sosial dan politik dapat berubah dari
waktu ke waktu. Hal ini dapat juga mengakibatkan terjadinya perubahan undang-undang dan
peraturan. Kondisi seperti itu akan berdampak pada keputusan investasi dan bisnis, yang
menyebabkan tertundanya proyek konstruksi. Risiko yang berhubungan dengan perubahan 
perundangan dan peraturan ini bersifat sistemik dan berdampak negatif pada bisnis dan prospek
pertumbuhan perusahaan. 
            Guna meminimalisir dampak dari risiko ini, perusahaan telah menerapkan beberapa langkah,   
antaran lain:
Menekan biaya overhead yang tidak perlu, mengurangi hutang dengan bunga tinggi atau
restrukturisasi hutang, Meningkatkan upaya pencairan tagihan yang masih outstandin, hati-hati
dan bijak dalam memilih proyek dan menghindarkan diri dari proyek yang berisiko tinggi,
menjaga dan menghemat cash flow, menghentikan investasi yang kurang perlu, menghentikan
investasi yang kurang perlu, menghentikan pengerjaan proyek yang besar kemungkinannya tidak 
terbayar, menghentikan pengerjaan proyek yang besar kemungkinannya tidak terbayar,
membentuk konsorsium dalam hal proyek yang dikerjakan bernilai besar, encantumkan klausul
dalam kontrak tentang eskalasi harga apabila terjadi perubahan kebijakan moneter.

V. Kesimpulan
            Adhi Karya (Persero), Tbk. dan anak perusahaannya merupakan perusahaan yang bergerak
dibidang infrastruktur, namun sejak tahun 2015 ADHI mulai bergerak di bidang perhotelan dan
berikut adalah kesimpulan dari analisis dari perusahaan ADHI.
            Harga saham ADHI dipengaruhi oleh pergerakan IHSG, dapat diketahui dari grafik return
saham ADHI yang berfluktuatif sehingga dapat dikatakan bahwa return saham perusahaan memiliki
risiko yang tinggi, namun juga memiliki tingkat return yang tinggi  atau dapat dikatakan High
Risk-High Return. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi pergerakan return saham yaitu faktor
internal dan faktor eskternal yang dimana faktor internal meliputi laporan keuangan dari perusahaan
ADHI disini hal yang biasanya dilihat adalah munculnya proyek-proyek ADHI yang besar.
Meningkatnya laba perusahaan berdampak pada meningkatnya kemampuan perusahaan untuk
mengembangkan perusahaan tersebut. Faktor kedua adalah faktor eksternal, yaitu melemahnya nilai 
mata uang Rupiah terhadap US$. Selain itu, tingkat suku bunga juga memiliki pengaruh terhadap
tingkat return, yaitu ketika suku bunga bank meningkat, maka banyak investor yang menarik
modalnya dan beralih ke bank karena dianggap memiliki risiko yang lebih rendah dan yang terakhir
adalah kebijakan pemerintah, dimana politik sangat mempengaruhi harga saham karena dapat
berdampak terhadap keperayaan investor. 
             ADHI mempunyai 5 bidang usaha dalam menjalankan proyeknya yang merupakan anak dari
perusahaan ADHI yaitu: Konstruksi, EPC, Property and Realty, Manfaktur Precast, dan Hotel.

             Berdasarkan analisis laporan keberlanjutan tahun 2013 hingga 2015, ADHI telah melakukan
beberapa program CSR dan pengelolaan risiko jangka panjang perusahaan diantaranya yaitu:
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pendidikan dan Pelatihan, Pelestarian Lingkungan, Fasilitas
Umum, Sarana Ibadah, dan Bencana Alam. Berdasarkan yang telah dibahas diatas maka dapat
dikatakan bahwa ADHI tidak hanya berfokus dalam mencari keuntungan melainkan juga
berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.