Alasan Memilih Nama Kelompok

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Arti Nama Kelompok

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Profil Anggota Kelompok

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Profil Kelompok

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 04 September 2016

Referensi

Identifikasi Analisis Bisnis dan Risiko Perusahaan Lokal

Gala Adventure

Profil perusahaan:
1.       Jenis Usaha : Jasa penyewaan dan penjualan alat – alat camping
2.       Nama perusahaan : Gala Adventure
3.       Pemilik : Gala Pratama
4.       Lokasi : Jl. Raya kledokan B-12 Catur Tunggal, Depok, Sleman,                 Yogyakarta

Awalnya, Gala Pratama yang masih seorang mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, bekerja sebagai pegawai cafe akan tetapi ia merasa bahwa ia sulit menyesuaikan jadwal kuliahnya dengan jam kerjanya di cafe lalu ia berinisiatif untuk membuka jasa penyewaan alat-alat camping.  Ia memulai usahanya ini dengan modal yang dipinjam dari ”Om”nya. Usaha ini dimulai pada tanggal 11 maret 2014 didirikan oleh Gala Pratama seorang diri lalu setelah beberapa lama memulai usahanya dia mengajak salah satu temannya untuk bergabung dalam usahanya ini.


Identifikasi dan Analisis Bisnis Perusahaan
                Usaha milik Gala Pratama ini merupakan jenis bisnis yang menawarkan jasa penyewaan dan penjualan alat-alat camping. Alat-alat yang disewakan, terdiri dari berbagai macam brand yang diperoleh dari luar maupun dalam negeri. Karena ada barang yang diimpor, maka bila ada kenaikan nilai tukar mata uang dollar terhadap rupiah, akan dilakukan penyesuaian harga penjualan maupun harga penyewaan alat-alat camping. Peralatan yang dijual dan disewakan diantaranya, yaitu :
1.       Tas carrier
2.       Tenda
3.       Sleeping Bag
4.       Matras
5.       Toa
6.       Nesting
7.       Senter / Head lamp
8.       Handy Talky
9.       Lampu tenda
10.     Kompor dan gas
11.     Kompas
12.     Sepatu Trecking
Banyaknya barang tertentu yang disediakan, disesuaikan dengan jumlah permintaan pelanggan, misalnya seperti jumlah sleeping bag dan head lamp yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan alat-alat lain, untuk alat alat tersebut juga memiliki nilai ekonomis, dan  Gala sebagai pemilik atau pemilik memiliki cara untuk mengantisipasi jika barangnya telah usang, yaitu dengan cara menurunkan nilai sewanya.


Identifikasi dan Analisis Risiko Perusahaan

A. Tipe dan Jenis Risiko
·         Risiko Murni (Pure Risk), merupakan risiko yang apabila terjadi akan menimbulkan kerugian dan apabila risiko ini tidak terjadi, maka tidak akan menimbulkan kerugian atau keuntungan. Risiko murni yang dihadapi oleh usaha ini yaitu bencana alam, meskipun tidak berpengaruh secara signifikan bagi usaha yang dijalankan oleh Gala, akan tetapi terkadang ketika terjadi gunung meletus maka ada sebagian orang yang merasa bahwa kondisi sedang tidak aman untuk mendaki gunung dan membatalkan penyewaannya, meskipun masih ada alternatif gunung yang lain yang dapat mereka daki. Dan ketika terjadi gelombang tinggi di pantai, penyewa biasanya akan mencari alternatif lain yaitu dengan mendaki gunung. Risiko lain yang dapat terjadi yaitu pencurian alat-alat sewa, meskipun selama ini Gala sendiri belum pernah mengalami adanya pencurian alat-alat camping yang disewakannya.

·         Risiko Spekulatif (Speculative Risk), merupakan risiko yang diakibatkan dari pertaruhan keberuntungan. Jika risiko ini terjadi maka dapat menimbulkan keuntungan maupun kerugian. Dalam risiko ini, yang bersangkutan dapat mengalami kerugian maupun keuntungan. Risiko spekulatif yang ada dalam usaha ini yaitu risiko dalam mendirikan cabang baru di Kota Magelang. Seperti yang dikatakan oleh Gala bahwa ia berencana untuk membuka cabang baru di Kota Magelang, sehingga apabila ia melaksanakan rencananya tersebut maka hal tersebut akan menjadi risiko spekulatif yang akan dialaminya.

           B. Sumber Risiko
·         Risiko Intern, yaitu risiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri. Gala sendiri selalu melakukan pencatatan apabila ada alat yang disewakan maupun terjual, akan tetapi ia belum pernah melakukan rekapitulasi secara keseluruhan, sehingga ia merasa bahwa dalam penghitungan laba maupun kerugian menjadi kurang efektif dan efisien.

·         Risiko Ekstern, yaitu risiko yang berasal dari luar perusahaan. Melemahnya nilai tukar IDR terhadap Dollar AS juga dirasakan oleh usaha ini, sebab alat-alat yang dijual dan disewakan sebagian besar merupakan barang impor.
  
                
           Strategi Perusahaan dalam Mengelola Risiko

A. Tipe dan Jenis Risiko
·         Risiko Murni, tindakan yang dilakukan oleh Gala dalam menghadapi risiko ini yaitu meyakinkan kepada penyewa yang batal untuk menyewa peralatan, dengan memberikan satu atau lebih alternatif tujuan pendakian yang sedang dalam kondisi aman untuk didaki maupun pantai yang dapat digunakan sebagai tujuan wisata camping. Sedangkan untuk mencegah adanya pencurian alat-alat camping, ia membuat kebijakan dimana penyewa harus menyerahkan salah satu kartu identitas sebagai jaminan selama penyewaan barang.

·         Risiko Spekulatif, karena rencana penambahan cabang di Kota Magelang masih belum terlaksana, maka Gala sendiri pun belum memikirkan secara spesifik mengenai tindakan apa yang akan dilakukan olehnya untuk menghadapi risiko tersebut.

           B. Sumber Risiko
·         Risiko Intern, belum ada tindakan nyata yang dilakukan oleh Gala, sebab ia merasa bahwa dengan penghitungan laba rugi yang dilakukannya selama ini lebih sederhana dan sampai sekarang belum ada kesalahan pencatatan.

·         Risiko Ekstern, bila fluktuasi harga terjadi secara terus menerus, Gala harus melakukan penyesuaian harga jual maupun harga yang disewakan. Akan tetapi, apabila fluktuasi harga hanya bersifat sementara, maka ia hanya akan menaikkan harga penjualan dan harga sewa tetap sama.

Risiko secara spesifik :
1.      Risiko kerusakan peralatan camping
Dari jasa penyewaan peralatan camping Gala Adventure ternyata tidak sedikit dari alat-alat yang disewakan mengalami kerusakan. Baik itu kerusakan yang disengaja maupun tidak disengaja. Untuk mengatasi masalah ini Gala Adventure memberlakukan denda tergantung kerusakan yang terjadi biasanya denda berupa uang senilai 80% dari harga beli peralatan yang baru.

2.      Risiko kehilangan peralatan camping
Banyak dari penyewa peralatan camping juga tidak mengatur barang-barang bawaan mereka dengan baik, sehingga tidak jarang terjadi kehilangan alat-alat camping. Untuk mengatasi masalah itu Gala Adventure mewajibkan penyewa untuk mengganti alat-alat yang hilang dengan alat-alat baru maupun lama.

3.      Risiko pencurian peralatan camping
Untuk mengatasi pencurian peralatan camping. Penyewa yang berasal dari Yogyakarta harus memberikan 1 kartu identitas seperti KTP sebagai jaminan. Sedangkan untuk penyewa yang berasal dari luar jogja harus memberikan 2 kartu identitas sebagai jaminan.

4.      Risiko dari melemahnya nilai IDR terhadap Dollar AS
Jika melemahnya IDR terhadap dollar terjadi secara terus menerus dan berkepanjangan. Harga penyewaan dan penjualan peralatan camping akan mengalami peningkatan secara bertahap. Sedangkan jika melemahnya nilai IDR terhadap Dollar AS terjadi sementara harga penyewaan akan tetap sedangkan harga penjualan peralatan camping akan naik.

5.      Risiko bencana alam
Risiko yang terjadi akibat bencana alam seperti gunung meletus ternyata sidikit berpengaruh. Karena misalnya terjadi erupsi di gunung merapi, penyewa dapat  mendaki gunung lain yang sudah tidak aktif atau camping di daerah pantai. Sedangkan bila terjadi gelombang tinggi di daerah pantai selatan, penyewa akan  mendaki gunung.

Pendapat Kelompok
Gala Pratama selalu melakukan perawatan pada peralatan-peralatan campingnya dan selalu menjaga kebersihan peralatan tersebut, agar tidak mudah rusak. Kerusakan alat-alat camping, biasanya dilakukan oleh si peminjam yang disengaja maupun tidak disengaja, untuk mengatasinya Gala menetapkan standar ganti rugi agar si peminjam dapat bertanggung jawab dan tidak merugikan pihak Gala sendiri. Kami merasa bahwa perawatan terhadap alat-alat camping yang dilakukan Gala secara rutin tersebut adalah hal yang tepat dilakukan untuk meminimalisasi risiko kerusakan barang apabila tidak dirawat dengan benar, selain itu kami juga setuju dengan sistem ganti rugi yang di terapkan oleh Gala, sehingga orang-orang yang menyewa alat-alat camping dapat menggunakannya dengan berhati-hati agar tidak merusak barang yang disewanya tersebut.

Strategi pemasaran yang dilakukan Gala Advanture sendiri masih kurang baik, strategi yang dilakukan hanya dari mulut ke mulut, media sosial dan akses pertemanan. Untuk mengembangkan lagi, rencananya Gala ingin membuat brosur, banner, dll untuk menunjang pemasarannya dan ingin menambah cabang baru di kampung halamannya ( di Kota Magelang).


Untuk masalah pembukuan, Gala tidak membuat rekap penjualan dan penyewaan tetapi, dia hanya mencatat di buku untuk penjualan dan penyewaannya. Sehingga menurut kelompok kami hal ini masih kurang efektif untuk melakukan penelusuran terhadap pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan/kerugian dari penjualan dan penyewaan alat-alat camping ini.